DPMPTSP Kapuas Hulu Lakukan Kerjasama Dengan BPS Untuk Penyusunan ICOR

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kapuas Hulu mengadakan Memorandum of Understanding (MOU) dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kapuas Hulu untuk penyusunan Incremental Capital Output Ratio (ICOR).

Penyusunan ICOR ini merupakan salah satu usaha DPMPTSP untuk menyediakan salah satu komponen yang penting dalam perkembangan investasi. Bagi Pemerintah Daerah, ICOR digunakan untuk mengetahui kebutuhan investasi, untuk selanjutnya dapat menentukan skala prioritas kebijakan pembangunan di Kapuas Hulu.

Bagi Investor, ICOR digunakan untuk mengetahui tingkat efisiensi investasi, sehingga dapat mengambil keputusan untuk melakukan investasi di Kabupaten Kapuas Hulu.

Untuk memberikan pemahaman yang utuh, pada tanggal 12-14 Juli 2019 bertempat di Hotel Merpati Putussibau, BPS Kapuas Hulu melakukan kegiatan Pelatihan Petugas Disagregasi PMTB Dalam Rangka Perhitungan ICOR Kabupaten Kapuas Hulu yang diikuti oleh  37 orang enumerator. Nantinya enumerator ini akan disebarkan ke seluruh kecamatan di Kapuas Hulu untuk mendapatkan data melalui survey ke 600 responden yang terdiri dari perusahaan dan rumah tangga.

Diharapkan nanti dengan tersusunnya nilai ICOR Kabupaten Kapuas Hulu, Pemerintah Daerah dapat menyusun kebijakan yang menunjang pertumbuhan investasi yang berdampak pada meningkatnya kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di Kabupaten Kapuas Hulu.

Perusahaan Sawit Paparkan Rencana Investasi Dan Perkembangan Kegiatan Penanaman Modal Di Kapuas Hulu

Putussibau – PT. Borneo International Anugrah (BIA) dan PT. Khatulistiwa Agro Abadi (KAA) yaitu perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan sawit memaparkan rencana investasi kepada Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, di Ruang Rapat Bupati Kapuas Hulu. Selasa, (2/07/19).

Kedua perusahaan yang kini telah bergabung dengan PT. Borneo Pasifik Group (BPG) ini memaparan dari HGU seluas 18,563.37 Ha (PT. BIA) dan 11,215.17 Ha (PT.KAA) baru tertanam 18,30% (PT. BIA) dan 37,52% (PT.KAA) dan kedepan akan dilakukan pengelolaan lahan secara bertahap. Untuk memulihkan kondisi tanaman sawit yang pertumbuhannya kurang baik, perusahaan telah menyiapkan 4 (empat) strategi yang akan dilakukan yaitu Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS), Restacking, Infrastructure, serta Perawatan dan Pemupukan.

Total Rencana investasi sampai tahun 2030 dari kedua perusahaan sawit tersebut sebesar Rp. 1.935.238.972 dengan proyeksi angka penyerapan tenaga kerja sebanyak 4.764 orang. Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu menyambut baik rencana investasi tersebut dan berharap bisa memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Kapuas Hulu.