Mon. Aug 26th, 2019

Dinas Penanaman Modal Dan Terpadu Satu Pintu KABUPATEN KAPUAS HULU

DPMPTSP Kapuas Hulu Petakan Potensi Daerah

Rp273,50 M Target Investasi Tahun Ini

Peta

PUTUSSIBAU – Meski di tahun sebelumnya mampu melampaui angka Rp500 miliar, target realisasi investasi yang dibebankan untuk Kapuas Hulu pada tahun ini hanya sebesar Rp273,50 miliar. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kapuas Hulu Muhammad Sukri, saat membuka seminar Pendahuluan Penyusunan Peta Potensi Investasi Daerah, Senin (4/6) di Aula Kantor Bappeda setempat.

“Kita patut berbangga, karena target capaian realisasi investasi setiap tahun mampu melampaui target yang ditetapkan BPKM,” ucap Sekda. Sekda sebelumnya menyampaikan bahwa target realisasi investasi yang dibebankan kepada Kabupaten Kapuas Hulu pada 2017 yakni sebesar Rp268,90 miliar atau mencapai 1,29 persen dari target provinsi. “Berdasarkan hasil evaluasi terhadap pelaksana kegiatan penanaman modal periode Januari – Desember 2017, realisasi investasi yang sudah dicapai adalah sebesar Rp555,78 milyar atau sudah mencapai 200 persen lebih dari target yang ditetapkan,” papar Sekda.

Sekda menjelaskan, jumlah tersebut berasal dari 9 PMA (Penanaman Modal Asing) dan 9 PMD (Penanaman Modal Dalam Negeri), dengan total tenaga kerja yang terserap lebih dari 1.300 orang. Keberhasilan melebihi target tersebut, kata Sekda, karena iklim investasi di Kapuas Hulu yang kondusif, serta peran serta semua pihak yang telah melakukan kerja sama baik antara stakeholders terhadap para pelaku usaha di daerah. Oleh karena itu, Sekda berharap perlu dipertahankan, dengan melakukan strategi-strategi yang mendorong peningkatan capaian realisasi investasi.

“Salah satunya melalui peningkatan promosi investasi, maka peta potensi peta investasi yang disusun harus dapat memberikan gambaran yang riil terkait potensi yang ada dan dapat dikembangkan menjadi ruang investasi,” kata Sekda.

Dalam pemaparannya, Sekda mengatakan bahwa investasi memegang peranan penting, karena berdampak pada pembukaan lapangan kerja untuk meningkatkan kesejahteraan. “Menyadari arti penting investasi tersebut, maka perlu disusun sebuah dokumen rencana investasi yang komperhensif dan sebuah kebijakan penyelenggaraan penanaman modal, sehingga menciptakan iklim investasi yang kondusif,” pinta Sekda.

Lebih lanjut Sekda menjelaskan, investasi yang kondusif akan mendorong seseorang melakukan investasi. Dikatakan Sekda lagi, iklim investasi sangat dipengaruhi oleh sejumlah faktor seperti stabilitas, politik, sosial, kondisi infrastruktur dasar, pertanahan, dan lahan usaha.

“Sehubungan dengan Kabupaten Kapuas Hulu sebagai kabupaten konservasi, maka penyelenggaraan investasi diharapkan pada konsep investasi yang berwawasan lingkungan,” tutur Sekda.

Untuk memetakan potensi investasi di kabupaten ini, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kapuas Hulu menggelar seminar Pendahuluan Penyusunan Peta Potensi Investasi Daerah. Acara yang dibuka Sekda Muhammad Sukri ini dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kapuas Hulu serta lintas instansi terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala DPMPTSP Kabupaten Kapuas Hulu Didik Widianto, menyampaikan, investasi merupakan kekuatan penting untuk mempercepat akselerasi pembangunan di daerah. “Hampir semua pemerintah daerah mencari stimulasi untuk permodalan daerah. Maka secara umum perlu dilakukan promosi investasi daerah. Untuk itu butuh berbagai informasi, sehingga dinas penanaman modal bisa menyusun dokumen yang komperhensif,” terang Didik.

Dalam pemaparannya, Didik berharap melalui seminar tersebut bisa terserap data dan informasi secara lengkap tentang potensi inveasti di 23 kecamatan se-Kabupaten Kapuas Hulu, sehingga memudahkan dalam DPMPTSP melakukan promosi. “Khususya kepada investor dalam mementukan pilihan investasi, dari berbagai alternatif yang ada di kabupaten Kapuas Hulu. Maka perlu data produk unggulan masing-masing kecamatan, lokasi sebaran dan sebagainya,” kata Didik. (aan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *